Pelatihan Metode An-Nahdiyah Bagi Guru Taman Baca Quran (Tabaqufa) Pimpinan Ranting Fatayat NU Gandul Pilangkenceng Kabupaten Madiun
Main Article Content
Abstract
Tingginya angka buta huruf Al-Qur'an di Indonesia khususnya pada kelompok perempuan dewasa di wilayah agraris seperti Desa Gandul, Kabupaten Madiun, menjadi hambatan serius dalam pembinaan spiritual keluarga. Kesibukan sebagai buruh tani menciptakan hambatan struktural bagi mereka untuk mengakses pendidikan agama formal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an melalui optimalisasi program Tabaqufa (Taman Baca Qur'an Fatayat NU). Metode yang digunakan adalah Training of Trainers (ToT) dengan fokus pada penguasaan metode An-Nahdliyah dan teknik andragogi. Pelatihan ini melibatkan 25 pengurus Fatayat NU sebagai calon instruktur melalui empat tahapan utama: rekrutmen/pemetaan, pembekalan (in-house training), praktik terbimbing (micro-teaching), dan evaluasi/sertifikasi. Hasil program menunjukkan bahwa 25 pengurus Fatayat NU berhasil menguasai metode An-Nahdliyah dengan standar kualifikasi yang baik serta memiliki keterampilan manajerial dalam mengelola kelas bagi peserta dewasa. Integrasi metode An-Nahdliyah yang menggunakan sistem ketukan (marhalah) terbukti efektif memberikan kenyamanan psikologis dan keseragaman standar bacaan di 12 mushola Desa Gandul. Simpulan dari pengabdian ini adalah penerapan skema ToT berhasil menciptakan kemandirian lokal dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, sekaligus memperkuat peran strategis Fatayat NU sebagai agen penggerak literasi agama yang profesional di tingkat akar rumput.