Pelatihan Pencak Silat sebagai Upaya Edukasi dan Pelestarian Budaya Asli Indonesia
Main Article Content
Abstract
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, salah satunya adalah pencak silat yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Namun, perkembangan globalisasi dan digitalisasi menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap budaya tradisional, termasuk pencak silat. Selain itu, kurangnya program pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan menyebabkan pencak silat belum optimal dimanfaatkan sebagai media edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran peserta dalam melestarikan pencak silat melalui pelatihan berbasis workshop. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, penyampaian materi teoretis, praktik gerakan dasar, pendampingan intensif, serta evaluasi. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta secara komprehensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai nilai-nilai pencak silat, keterampilan dalam mempraktikkan teknik dasar, serta perkembangan sikap dan karakter positif. Selain itu, metode workshop terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Dengan demikian, pelatihan pencak silat merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus penguatan pendidikan karakter generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan program edukasi berbasis budaya yang berkelanjutan.