Peningkatan Literasi Seksual pada Remaja Rural melalui Teknik Focus Group Discussion dan Role Play

Main Article Content

Jeny Kusdemawati

Abstract

Kekerasan seksual pada lingkungan pedesaan seringkali masih menjadi gunung es, kondisi tersebut semakin parah  disebabkan karena adanya stigma sosial dan keterbatasan akses terhadap informasi literasi seksual. Pembahasan mengenai literasi seksual masih dianggap tabu, sehingga masalah ini memicu kesenjangan informasi dan misedukasi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai literasi seksual, meningkatkan pemahaman individu tentang hak otonomi tubuh, serta melatih pencegahan atau mitigasi perlindungan diri dari pelecehan seksual. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berbasis edukasi interaktif partisipatif dengan menggunakan desain pemberdayaan kelompok sebaya (peer group empowerment). Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 orang remaja berusia 14 hingga 19 tahun di Desa Banjarejo, Kec. Dagangan, Kab. Madiun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan secara langsung melalui sosialisasi berlandaskan modul Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang diterbitkan oleh KEMENAG tahun 2025, kemudian diperdalam melalui kegiatan FGD dan simulasi kelompok melalui role play. Hasil dari penelitian ini adalah memperlihatkan bahwa berhasil mengajak remaja pedesaan untuk berani menyuarakan isu-isu sensitive (kekerasan seksual) dan juga menghilangkan stigma tabu terhadap literasi seksual.

Article Details

Section
Articles