PERSEPSI NASABAH TERHADAP KEADILAN DALAM AKAD MURABAHAH : PENDEKATAN FENOMENOLOGI DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

Main Article Content

Risma Saraswati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi nasabah terhadap keadilan dalam pelaksanaan akad murabahah di lembaga keuangan syariah melalui pendekatan fenomenologi. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana nasabah memaknai keadilan dalam akad jual beli yang menjadi fondasi transaksi keuangan syariah, serta bagaimana pengalaman mereka terhadap praktik transparansi, penetapan margin, dan pembagian risiko antara bank dan nasabah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung menitikberatkan pada aspek hukum dan regulasi, studi ini mengedepankan pandangan subyektif nasabah dalam konteks sosial, emosional, dan spiritual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta analisis tematik untuk menafsirkan pengalaman empiris para nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keadilan terbentuk melalui kejelasan akad, keterbukaan informasi mengenai margin keuntungan, serta pelayanan yang bersifat empatik dan edukatif. Meskipun sebagian besar nasabah menganggap akad murabahah telah sesuai dengan prinsip syariah, sebagian lainnya masih menilai praktiknya menyerupai sistem konvensional akibat kurangnya edukasi, sosialisasi, dan komunikasi dua arah antara lembaga dan nasabah. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan literasi keuangan syariah dan penguatan prinsip al-‘adl (keadilan) dalam setiap tahap transaksi. Implikasi kebijakan yang disarankan adalah perlunya lembaga keuangan syariah meninjau ulang mekanisme penetapan margin agar lebih proporsional, transparan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan syariah.

Article Details

Section
Articles