HEDONISME DALAM SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI
Main Article Content
Abstract
Islam menolak tegas perilaku hedonisme yang berbentuk larangan sifat boros serta kikir karena bertolakbelakang dengan konsep kesederhanaan dalam Islam. Penelitian ini tidak hanya menyajikan hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam tapi juga kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini mencoba menggali kesesuaian antara hedonisme dalam sudut pandang Agama Islam dan kesejahteraan ekonomi. Sebagai bagian dari studi Ekonomi Syari’ah, penelitian ini mengupas hedonisme dalam Islam dan kesejahteraan ekonomi sehingga dapat menjadi kontribusi bagi keilmuan yang sesuai. Metodologi penelitian dalam kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, dan kitab tafsir, serta literatur ekonomi Islam. Sedangkan sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian terkait hedonisme, perilaku konsumtif, dan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup serta tindakan insan. Pada umumnya kaum hedonisme ini menganggap bahwa hidup ini hanya satu kali. Hedonisme adalah suatu hal yang sangat dilarang dilakukan dalam Islam. Islam mengajarkan hal-hal kesederhanaan di dalam kehidupan. Maka dari itu sikap hedonisme sangat bertolak belakang dengan agama Islam. Jika dipandang dalam sudut pandang ekonomi, hedonisme memiliki sisi positif dan memiliki sisi negatif. Namun, hendaklah kita sebagai manusia untuk tidak bersifat menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak penting.