IMPLEMENTASI SMART CONTRACT DALAM AKAD SYARIAH: ANALISIS FIKIH MUAMALAH BERBASIS MAZHAB ASWAJA

Main Article Content

Muhammad Miftah Irfan Irfan
Binti Nurkhayati

Abstract

Akselerasi teknologi finansial berbasis blockchain melahirkan inovasi smart contract yang menawarkan keunggulan berupa otomatisasi, desentralisasi, transparansi, dan efisiensi eksekusi perjanjian tanpa melibatkan pihak ketiga. Kendati demikian, karakteristik smart contract yang bersifat kaku, otomatis, dan tidak dapat diubah menimbulkan perdebatan epistemologis yang kompleks dalam lanskap Fikih Muamalah kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi smart contract dalam akad syariah berdasarkan perspektif metodologi hukum empat Mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja), yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Metode penelitian yang digunakan sepenuhnya adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptifkomparatif (al-fiqh al-muqaran). Hasil kajian menunjukkan bahwa secara substansial, smart contract memenuhi keabsahan rukun dan syarat akad dalam Islam jika representasi kode digital merefleksikan manifestasi kehendak secara jelas, objek transaksi memenuhi kriteria bernilai, serta para pihak memiliki kecakapan hukum. Kendala utama desentralisasi ini terletak pada penafsiran hak khiyar (opsi pembatalan) dan penyelesaian sengketa yang bersifat kaku pada sistem digital. Mazhab Syafi’i cenderung ketat dalam memandang keabsahan shighat nonverbal, sementara Mazhab Hambali dan Hanafi memberikan ruang fleksibilitas yang lebih luas melalui pengakuan terhadap adat kebiasaan digital, sepanjang terbebas dari unsur gharar, maysir, dan riba. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi arsitektur smart contract adaptif untuk menjembatani dinamika hukum muamalah klasik dalam ekosistem digital.

Article Details

How to Cite
Irfan, M. M. I., & Binti Nurkhayati. (2023). IMPLEMENTASI SMART CONTRACT DALAM AKAD SYARIAH: ANALISIS FIKIH MUAMALAH BERBASIS MAZHAB ASWAJA . Opinia De Journal, 3(1), 95–104. Retrieved from https://ejournal.stainumadiun.ac.id/index.php/opinia/article/view/249
Section
Articles