PELAKSANAAN TEDHAK SITEN PADA MASYARAKAT JAWA DILIHAT DENGAN PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA
(Studi Kasus di Desa Keniten, Kec. Ponorogo, Kab. Ponorogo)
DOI:
https://doi.org/10.35888/opinia.v1i1.6Abstract
Tedhak siten merupakan suatu tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Jawa khusunya. Tradisi ini dilakukan oleh bayi yang menginjak usia tujuh bulan (245 hari) atau secara psikologis, bayi dapat mulai melakukan kegiatan berjalan. Tradisi ini dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon keselamatan sang bayi dalam menjalani kehidupan kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tradisi tedhak siten jika dilihat dengan pendekatan sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan kualitatif deskriptif dan penelitian lapangan. Selain itu, menggunakan pendekatan kawasan yaitu hanya meneliti daerah masyarakat Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai sosial dalam tradisi tedhak siten diartikan sebagai upacara yang dapat mempererat tali persaudaraan dengan sesama, dengan artian bahwa dalam setiap proses kegiatannya memerlukan bantuan masyarakat, keluarga, dan kerabat yang bersangkutan serta memiliki filosofi dalam setiap prosesnya memberikan pelajaran hidup bagi sang anak untuk selalu beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan nilai budaya dalam tradisi tedhak siten adalah tradisi ini merupakan tradisi yang harus kita lestarikan sebagai warisan dari nenek moyang kita, karena dengan budaya kita dapat memahami agama dengan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, agar generasi penerus bangsa dapat melestarikan tradisi tedhak siten dan menjunjung nilai luhur budaya bangsa.