Integrasi Nilai Islam dan Pancasila Dalam Pendidikan Tinggi: Analisis Pemikiran Tokoh Islam Indonesia
Keywords:
Integrasi nilai, Islam, Pancasila, pendidikan tinggi, pendidikan karakterAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan Pancasila dalam pendidikan tinggi melalui pemikiran Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Buya Hamka serta relevansinya dalam penguatan pendidikan karakter mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel ilmiah, karya ketiga tokoh, serta dokumen lain yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui identifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap konsep-konsep utama mengenai relasi Islam dan Pancasila dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tokoh memiliki pandangan yang sejalan bahwa Islam dan Pancasila merupakan dua sistem nilai yang bersifat harmonis dan saling melengkapi dalam membangun kehidupan berbangsa. Nurcholish Madjid menekankan universalitas nilai Islam dan penerimaan terhadap Pancasila sebagai konsensus nasional, Gus Dur mengedepankan pluralisme, toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, sedangkan Buya Hamka menegaskan keselarasan prinsip tauhid dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa serta pentingnya keadilan sosial. Integrasi pemikiran ketiga tokoh tersebut dalam pendidikan tinggi dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum, pendidikan karakter, budaya akademik yang inklusif, serta pengembangan moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Islam dan Pancasila merupakan landasan strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang religius, moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan sehingga mampu menghadapi tantangan ideologis, sosial, dan budaya di era global.








